"Sementara sampai dengan saat ini aman, karena sudah diperhitungkan sebelumnya," katanya.
Kapal perang tersebut nantinya akan menjalani proses serah terima di Jakarta melalui penandatanganan dokumen hibah dari Italia kepada Indonesia. Setelah proses tersebut, ITS Giuseppe Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan menggunakan bendera Merah Putih.
Mengenai kemungkinan adanya agenda lain setelah kapal tiba di Indonesia, seperti latihan bersama atau kegiatan diplomasi maritim, TNI AL belum memberikan konfirmasi.
"Masih belum bisa kita konfirmasi," ujar Gozali.
KRI Gajah Mada nantinya menjadi bagian dari kekuatan TNI AL dan dapat mendukung operasi udara dari laut. TNI AL juga menyiapkan kemampuan untuk mengoperasikan helikopter dari matra lain di atas kapal tersebut.
Kapal Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter. Lebarnya mencapai 23,4 meter pada garis air dan sekitar 30,4 meter pada dek penerbangan, sedangkan dek penerbangannya memiliki panjang sekitar 174 meter dengan sarat air 6,7 meter.
Kapal tersebut dapat membawa hingga sekitar 18 pesawat atau helikopter, bergantung pada konfigurasi dan kebutuhan operasi. Saat masih memperkuat Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi juga pernah terlibat dalam sejumlah operasi internasional, termasuk di Afghanistan, Lebanon, dan Libya.
Setibanya di Jakarta, kapal tersebut dijadwalkan menjalani prosesi pergantian nama dan bendera menjadi KRI Gajah Mada. Kapal itu juga direncanakan tampil dalam rangkaian HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026.