“Masih dalam proses penyelidikan. Tim Reskrim dan Inafis sudah bekerja di TKP untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut,” kata Asep.
Sumber internal di lokasi menduga, ledakan disebabkan akumulasi gas bertekanan tinggi di ruang kapal yang tersulut percikan api dari aktivitas pengelasan. Namun, dugaan itu masih harus dikonfirmasi setelah hasil investigasi forensik keluar.
Kapolda Kepri menegaskan pihaknya akan menindak tegas jika ditemukan adanya unsur kelalaian perusahaan atau pelanggaran standar keselamatan kerja (K3) dalam peristiwa tersebut.
“Setelah hasil penyelidikan keluar, baru kita bisa menentukan apakah ada kelalaian yang menyebabkan korban meninggal. Kalau terbukti, pasti kita proses sesuai hukum,” ucapnya.