Ke depan, I-GHAS 24/7 direncanakan dikembangkan dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta integrasi data biometrik pada 2027.
Hendarsam mengatakan, pengembangan tersebut diharapkan memperkuat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tanpa mengabaikan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat.
“Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat,” ucap Hendarsam.