Karhutla Biang Kerok Delay Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Kalsel

Binti Mufarida
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. (Foto BNPB).

"Sebab, titik-titik api ini tersebar di beberapa lokasi yang terkadang memang sulit dijangkau oleh tim pemadaman darat. Pun satgas udara masih kewalahan sehingga dibutuhkan tambahan armada, mengingat sebaran titik api terlalu banyak," katanya.

Suharyanto menegaskan pihaknya akan menambah armada helikopter water bombing termasuk rencana Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Hal itu diputuskan setelah Suharyanto melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan pada Kamis (21/9).

Tambahan armada water bombing, kata Suharyanto akan didatangkan dari Pulau Jawa, setelah helikopter menyelesaikan misi penanganan karhutla maupun kebakaran Tempat Penampungan Akhir (TPA) di beberapa lokasi di sana. 

"Terkait TMC, BNPB akan berkoordinasi dengan BMKG termasuk BRIN dan TNI/Polri. Sebab, ada hal-hal yang harus dicermati agar upaya TMC ini betul-betul membuahkan hasil," jelasnya.

Selain faktor pembentukan awan hujan, Suharyanto juga mengingatkan ada hal yang juga harus menjadi atensi yakni adanya kelompok petani durian dan beberapa jenis tanaman produksi lainnya yang justru dapat terpengaruh akibat adanya TMC menggunakan NaCl ini.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
14 jam lalu

Pemerintah Segel Lahan Bekas Karhutla 2.400 Hektare yang Ditanami Sawit di Kalbar, Langsung Diproses Pidana

15 jam lalu

Duh! Lahan Bekas Karhutla 2.400 Hektare di Kalbar Mulai Ditanami Sawit

1 hari lalu

BNPB: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Capai Singapura, Malaysia hingga Brunei

1 hari lalu

BNPB Ungkap 5 Gunung di Indonesia Berstatus Siaga, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal