Kasus Gangguan Jiwa Anak dan Remaja di Indoensia 1,6 Kali Lebih Tinggi

Niko Prayoga
Risiko gangguan kesehatan jiwa pada anak usia sekolah dan remaja di Indonesia 1,6 kali lebih besar dibandingkan kelompok dewasa. (Foto: Ilustrasi AI)

Pada kelompok dewasa dan lansia, CKG mencatat sebanyak 186.629 orang atau 0,66 persen mengalami gejala depresi. Kemudian 157.434 orang atau 0,56 persen mengalami gejala cemas.

Dante menjelaskan, depresi dan gangguan cemas memiliki gejala yang berbeda. Depresi umumnya ditandai dengan penurunan suasana hati, tubuh terasa lemas, mudah tidur, hingga muncul perasaan tidak berharga.

Sementara gangguan cemas ditandai dengan rasa khawatir berlebihan atau apprehensive expectation.

"Ini juga fenomenanya gunung es, banyak sekali. Ini baru terdeteksi di CKG, yang tadi data dari WHO lebih besar lagi angkanya," katanya.

Kemenkes juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan jiwa sejak awal kehidupan, termasuk pada masa kehamilan dan setelah melahirkan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
13 jam lalu

Darurat Kesehatan Mental, Kemenkes Ungkap Usia 11-17 Tahun Rentan Percobaan Bunuh Diri

13 jam lalu

Mengejutkan! Kasus Percobaan Bunuh Diri Pelajar di Indonesia Naik 2,7 Kali Lipat

1 hari lalu

Wamenkes Ungkap Data Mengejutkan, 14,8 Persen Perempuan Alami Gangguan Kesehatan Jiwa

1 hari lalu

Wamenkes Bantah Layanan Psikolog di Puskesmas Tak Lagi Dicover BPJS: Itu Hoaks!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal