Kemarau Panjang, Mata Air di Pulau Jawa Sudah Mulai Kritis

Binti Mufarida
Ilustrasi kekeringan berkepanjangan. (Foto: Antara)

“Karena kenapa? Karena kondisi daerah atau vegetasi daerah hulu kita itu itu sangat sedikit sebenarnya masih terjaga dengan baik, mungkin kita harus melihat ulang DAS kritis kita di Jawa ada berapa, itu aja patokannya,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Aam mengatakan saat ini ada inisiatif-inisiatif dan harus diapresiasi misalkan preservasi ulang pembersihan Ciliwung Kilometer Nol atau Citarum Kilometer Nol. 

Aam pun mendorong pemerintahan di level administrasi Kabupaten, Kota, misalkan Kabupaten Bogor atau Kabupaten Garut bahwa ada yang lokasi-lokasi yang merupakan daerah-daerah Kilometer Nol dari sungai-sungai yang mengalir di seluruh Jawa harus dilihat bersama untuk melakukan preservasi mata air.

“Karena kalau kita berbicara daerah tempat penyimpanan air skala besar, misalkan Waduk, misalkan Danau, Waduk pun sekarang menurunnya muka air itu cukup signifikan. Karena kalau tidak ada preservasi dari kondisi ekosistem yang baik di hulunya secara otomatis itu sangat bergantung pada hujan yang turun sebelumnya,” katanya. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
6 hari lalu

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai November 2026, Durasi Diperkirakan Lebih Pendek

9 hari lalu

Kemarau Panjang, BPBD Jaksel Salurkan 44.000 Liter Air ke 195 KK Terdampak Kekeringan

12 hari lalu

Pemkot Jaktim Siagakan Truk Tangki Air, Jaga-Jaga Kekeringan Dampak Kemarau

13 hari lalu

Warga di Jaksel Keluhkan Kekeringan, BPBD Kerahkan Mobil Tangki Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal