Menag berharap rilis daftar nama mubaligh ini bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses para penceramah yang mereka butuhkan. Langkah ini diharapkan akan memperkuat upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama sesuai misi Kemenag.
Lukman menegaskan, seleksi mubaligh akan terus dilakukan dan tidak akan dibatasi jumlahnya. Dengan demikian, semangat keagamaan dalam keberagaman terus berlangsung.
Kendati demikian, dia tetap menghimbau agar penyeleksian penceramah perlu dilakukan di setiap forum keagamaan dan majelis taklim skala kecil.
Daftar 200 penceramah dapat diunduh di laman resmi Kemenag, yakni kemenag.go.id. Berdasarkan daftar tersebut, sejumlah nama kondang berada di dalamnya, antara lain Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Gubenur Nusa Tenggara Barat TGB Zainul Majdi, serta mantan Menag Tolchah Hasan dan Said Agil Husin Al Munawar.