Kemenag: Tidak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1440 H Teramati Senin Ini

Wildan Catra Mulia
Kementerian Agama menyatakan tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1440 H teramati di seluruh wilayah Indonesia pada Senin (3/6/2019) ini. (Foto: Antara).

Mengenai posisi hilal awal Syawal 1440H, berdasarkan data di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal minus 0,56 derajat, jarak busur bulan dari matahari 2,94 derajat dan umur minus 40 menit 6 detik.

Pelabuhan Ratu termasuk paling tinggi. Ijtimak di Pelabuhan Ratu terjadi sebelum matahari terbenam (qobla ghurub). Menurutnya, bulan terbenam dalam waktu 3 menit 6 detik sebelum matahari terbenam. 

Sementara itu, lanjut Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal dua derajat atau umur bulan minimal delapan jam. "Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS," tuturnya.

Sehubungan itu, kata Cecep, karena ketinggian hilal di bawah dua derajat bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.

“Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1440 H pada Senin ini teramati di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
2 hari lalu

2 Tahun Asta Cita, Kemenag Ungkap Jutaan Penerima Manfaat Pendidikan hingga Ekonomi Umat

6 hari lalu

ISEF 2026, Kemenag Dorong 3 Strategi Penguatan Zakat Produktif demi Kemandirian Mustahik

8 hari lalu

Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Kelas 3 MI, Kemenag Latih 6.000 Guru

8 hari lalu

Sejarah Baru! Kemenag-Al Azhar Mesir Teken MoU, Buka Peluang Double Degree

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal