"Berdasarkan penyandingan mata pelajaran dan learning outcome atau standar kompetensi kelulusan, riwayat pendidikan tersebut dinilai mempunyai kesesuaian dengan peminatan garis miring program keahlian Akuntansi dan Keuangan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK," ujarnya
Gogot menjelaskan, penilaian ini dilakukan dalam dua aspek, yakni administratif dan substantif. Aspek administratif meliputi urutan dan kesinambungan riwayat pendidikan, dokumen identitas, ijazah jenjang sebelumnya, rapor, sertifikat dan transkrip.
Adapun aspek substantif dilakukan dengan membandingkan hasil belajar yang ditempuh di luar negeri dengan struktur kurikulum dan kompetensi dalam sistem pendidikan nasional.
Tim penilai, lanjut dia, juga melakukan penilaian pada pendidikan Gibran di UTS Insearch, Australia, sebagai bagian dari lanjutan pendidikan menengah. Sejumlah mata kuliah, antara lain Accounting, Financial Management, Business Law and Ethics, Marketing, Microeconomic, dan Management, kemudian disandingkan dengan struktur mata pelajaran SMK bidang Akuntansi dan Keuangan.
"Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penyandingan learning outcome atau standar kompetensi kelulusan, riwayat pendidikan tersebut dinilai mempunyai kesesuaian dengan peminatan atau program keahlian Akuntansi dan Keuangan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan," ujarnya.