Arif menjelaskan, tujuan utama program Motis untuk mengurangi pemudik yang menggunakan sepeda motor karena memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi, terutama untuk perjalanan jarak jauh seperti periode Lebaran.
Ia menambahkan, banyak pemudik tetap membutuhkan sepeda motor saat tiba di kampung halaman. Karena itu, Motis memungkinkan masyarakat tetap membawa motornya tanpa harus mengendarainya selama perjalanan mudik.
"Tujuan kita mengurangi sepeda motor, bukan mengurangi orang mudik. Teman-teman yang menggunakan sepeda motor ini masih memerlukan motornya di kampung. Daripada mereka membawa sendiri, kita kurangi jumlah yang membawa motor dengan menyelenggarakan Motis," jelasnya.
Pada Lebaran 2026, Kemenhub menyediakan 28.000 tiket penumpang dan 11.500 tiket sepeda motor dalam program Motis. Pendaftaran telah dibuka melalui laman nusantara.kemenhub.go.id hingga 29 Maret 2026.
Untuk periode arus mudik, keberangkatan dijadwalkan pada 13–19 Maret 2026, sementara arus balik berlangsung pada 24–30 Maret 2026. Layanan Motis tahun ini melayani tiga lintasan utama, yakni Lintas Utara, Lintas Tengah, dan Lintas Selatan. Penambahan lintas selatan dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat.
Peserta yang mendaftarkan sepeda motor dengan kapasitas maksimal 200 cc akan mendapatkan fasilitas dua tiket penumpang dan satu tiket infant secara gratis, dengan melengkapi persyaratan administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, dan SIM C.