Ia menegaskan pemerintah kini fokus memperkuat imunisasi rutin, termasuk memastikan tidak ada lagi kendala pasokan vaksin di lapangan. Menurutnya, ketersediaan vaksin nasional saat ini dalam kondisi aman.
"Kami pastikan ketersediaan vaksin aman, bahkan hingga sembilan bulan ke depan. Tidak boleh ada lagi alasan kekurangan vaksin. Selain itu, distribusi dan kualitas rantai di daerah juga harus dijaga agar imunisasi berjalan optimal," tambahnya.
Dari sisi mitra pembangunan, Jean Lokenga dari UNICEF menekankan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi tanpa terkecuali.
"Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui inisiatif The Big Catch-Up di 36 negara. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama. Namun, kampanye ini bukan pengganti sistem imunisasi rutin yang kuat," jelasnya.
Sementara itu, perwakilan WHO Indonesia, Olivia, menyebut imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan paling efektif secara global.