Kemenkes Buka Suara soal Kabar Dokter Muda di Cianjur Meninggal karena Campak

Tim iNews.id
Ilustrasi dokter muda di Cianjur meninggal karena terkena campak. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Aji mengatakan bahwa tim kesehatan akan melakukan penelusuran kontak erat, mencari sumber penularan, melakukan penilaian risiko dan memberikan vitamin A untuk mencegah penularan lebih luas di wilayah setempat.

"Kasus ini mengingatkan kita bahwa penyakit campak bukan hanya dapat menyerang anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal," ucap Aji.

Kemenkes pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit campak berupa demam tinggi dan ruam merah. 

"Untuk pencegahannya masyarakat diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker jika sedang sakit campak," tutupnya.

Sementara itu, Kemenkes turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya AMW di Cianjur.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
21 jam lalu

Vaksin HPV Bakal Gratis untuk Perempuan Dewasa pada 2027? Ini Kata Kemenkes!

21 jam lalu

Mulai 2027, 6 Provinsi Ini Gratiskan Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki

4 hari lalu

Menkes Siapkan 1 Juta Paket Obat untuk Daerah Terdampak Asap Karhutla

7 hari lalu

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, ISPU Sejumlah Daerah Masuk Kategori Berbahaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal