YOGYAKARTA, iNews.id - Negara dinilai bukan entitas yang ajeg tanpa perubahan. Berhadapan dengan beragam tantangan internal dan eksternal, negara bisa berubah batas-batas wilayahnya, bahkan bubar seperti negara adidaya Uni Soviet di masa lalu.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan, semua warga negara berhak dan wajib turut serta dalam upaya bela negara. Menerima dan membudayakan nilai-nilai Pancasila di pemerintahan merupakan bagian dari bela negara di lingkungan birokrasi.
“Fakta Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mampu mempersatukan ribuan suku bangsa Indonesia dengan ratusan bahasa membuktikan Pancasila sebagai mukijzat yang patut disyukuri dan dipertahankan oleh birokrat. Birokrat tidak boleh mendustakan nikmat terbesar ini dengan coba-coba menggantinya dengan ideologi lain,” ujar Yudian di acara Pelatihan Kepemimpinan Administrator Kementerian PUPR Angkatan III Tahun 2020 di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR di Yogyakarta, Selasa (15/9/2020).
Menurutnya, tantangan bangsa semakin kompleks akibat perubahan geopolitik dunia dan perubahan sosial di dalam negeri. Tantangan geopolitik tersebut, kata dia pertarungan atas batas wilayah di Laut China Selatan, berubahnya batas wilayah akibat perubahan iklim yang menenggelamkan pulau-pulau terluar, ideologi Islam transnasional dan resesi global akibat pandemi Covid-19.
Dia menuturkan, bangsa juga menghadapi tantangan internal dalam bentuk masih tingginya angka kesenjangan sosial, menguatnya eksklusivisme beragama yang mengancam keberagaman, dan merebaknya berita hoaks.