Menurutnya, kebijakan transfer kas daerah memiliki implikasi strategis terhadap likuiditas, kapasitas pembangunan, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Agus juga menyoroti adanya tekanan terhadap TKD dalam APBN yang berpotensi mempersempit ruang fiskal daerah, menekan belanja pembangunan, serta berdampak pada aktivitas ekonomi lokal.
Namun demikian, dia melihat kondisi tersebut sebagai peluang strategis bagi BPD untuk mengambil peran yang lebih besar.
"Tantangan ini justru merupakan momentum bagi BPD untuk mengoptimalkan pengelolaan dana daerah, memperkuat intermediasi ke sektor produktif, serta membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih terintegrasi," jelasnya.
Dalam forum yang dihadiri Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah, Ketua PERBAMIDA serta para Direktur Utama dan Direktur BPD seluruh Indonesia tersebut, Agus juga memaparkan tiga fokus utama penguatan BPD ke depan, yaitu: