Ketua DPD: Pengelolaan Limbah Covid-19 Harus Maksimal

Kurnia Illahi
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Dok. DPD).

Menurutnya, di masa pandemi produksi limbah medis sebanyak 383 ton per hari. Saat ini, kata dia baru 4,1 persen rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas pembakaran limbah medis B3 atau insinerator yang berizin. 

Sementara itu ada 20 pelaku usaha pengelolaan limbah di seluruh Indonesia, tetapi hampir semuanya di pulau Jawa. Dia berharap instrumen untuk pengelolaan limbah medis merata di semua daerah. 

"Segera dibangun alat-alat pemusnah limbah B3 medis di tiap kota atau kabupaten, minimal provinsi. Apakah memakai insinerator atau alat lain itu terserah pada Kementerian Lingkungan Hidup,” katanya.

Selain dimusnahkan, dia juga mengusulkan agar limbah medis yang masih bisa didaur ulang menjadi produk baru, namun tetap harus memperhatikan faktor keamanan dan dan kesehatan.

“Kalau memungkinkan didaur ulang, kenapa tidak. Justru lebih bagus, karena  nantinya akan nilai tambah secara ekonomi,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati membuang alat medis yang telah digunakan. “Agar tidak membahayakan orang lain, lebih baik limbah dari kita seperti masker langsung dibakar saja daripada dibuang ke tempat sampah,” katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
6 hari lalu

DPD Juluki Jokowi Bapak Infrastruktur, Ini Penjelasannya

7 hari lalu

Wakil Ketua DPD Soroti Pembangunan Nasional: Tak Boleh Tinggalkan Daerah

7 hari lalu

Komeng soal MBG: Programnya Bagus, Cuma yang Kerja Nggak Bener

7 hari lalu

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Digelar Hari Ini, Berikut Susunan Acaranya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal