Ketua Komisi I DPRD Bandung Apresiasi Pengabdian Masyarakat KCK FEB Universitas Widyatama

Rizqa Leony Putri
Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita. (Foto: dok DPRD Bandung)

Dia menjelaskan, konsep ecopreneurship memiliki manfaat ganda. Pertama, membantu mengurangi timbulan sampah, khususnya limbah plastik rumah tangga. Kedua, membuka peluang ekonomi melalui kreativitas dan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Radea menilai pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Karena itu, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga pemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program serupa tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan.

"Yang paling penting adalah keberlanjutan. Setelah diberikan pelatihan dan menghasilkan produk, harus ada pendampingan berikutnya, termasuk bagaimana produk tersebut dikembangkan, dipromosikan, dan mendapatkan akses pasar," ucapnya.

Dalam konteks tersebut, Radea menilai sinergi dengan Pemerintah Kota Bandung juga penting, khususnya dalam membuka peluang pemasaran bagi produk hasil karya warga binaan. Kehadiran perwakilan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian dalam kegiatan ini pun dinilai menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program, mengingat kedua dinas tersebut memiliki peran strategis, baik dalam pengelolaan sampah maupun pembukaan akses pasar bagi produk UMKM.

Pemerintah daerah, menurutnya, dapat berperan sebagai fasilitator dengan mempertemukan produk-produk tersebut dengan berbagai kanal pemasaran, pelaku UMKM, maupun ruang promosi yang tersedia.

Selain aspek ekonomi, kegiatan PKM ini juga dinilai memiliki dimensi lingkungan yang kuat. Pemanfaatan limbah plastik rumah tangga diharapkan dapat membantu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai tambah melalui pengolahan menjadi produk kreatif.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
9 hari lalu

Puspadaya Gelar Pelatihan Menulis untuk Warga Binaan LPKA Tangerang, Dorong Kemandirian Ekonomi

15 hari lalu

Audit Lapas Jangan Berhenti pada Sel Mewah!

18 hari lalu

HJKB ke-216, Asep Mulyadi Minta Pemkot Bandung Lebih Responsif terhadap Keluhan Warga: Jangan Tunggu Viral

19 hari lalu

Jelang HJKB ke-216, Sekretariat DPRD Kota Bandung Matangkan Persiapan Sidang Paripurna

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal