Kisah Anggota TNI Sertu Edu Asuh Tiga Anak Orang Tuanya Meninggal karena Covid-19

Ahmad Islamy Jamil
anggota TNI Sertu Edu Marung dari Batalyon Bekang 5 Perbekud mengasuh tiga anak yang ditinggal meninggal orang tua krena Covid-19. (Foto: Dok. KPAI).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan terhadap anak yang dititipkan karena orang tua meninggal dunia. Dalam pengawasan ini, KPAI menemukan tiga anak yang ditinggal orang tuanya diasuh oleh anggota TNI Sertu Edu Marung dari Batalyon Bekang 5 Perbekud. 

Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi KPAI Jasra Putra mengatakan, Edu merasa terpanggil untuk mengasuh tiga anak asal Flores yang telah sebulan tinggal di bilangan kontrakan kawasan Rawa Lumbu Bekasi tanpa orang tua. Masing-masing berusia 4 tahun, 11 tahun dan 13 tahun 

Kedua orang tua dari ketiga kakak beradik meninggal karena Covid-19. Ibunya bernama Siti Fatima lebih awal meninggalkan mereka (29/6/2021) di kontrakan, kemudian ayahnya Vinsensius meninggal (4/7/2021) di Rumah Sakit Tebet. 

"Anak anak sempat khawatir ketika ayahnya akan dimakamkan di rorotan, kata mereka inginnya ayah ibu di makamkan bersama di Pedurenan karena masih ingin dekat dengan ayah dan ibunya, jangan di pisah makamnya," ujar Edu dikutip dari laporan KPAI.
 
Perkumpulan masyarakat Flores mendorong Edu untuk memberanikan diri mengasuh ketiga anak itu. Edu kemudian meyampaikan kepada istrinya untuk merawatnya.

"Kita memang akan lapar tapi tidak akan kelaparan," ucapnya menguatkan diri ketika mengasuh anak anak tersebut.

Kondisi tinggal di kontrakan memang tidak bernasib sama dengan masyarakat yang telah lama dikenal, apalagi hidup anak anak ini telah empat kali berpindah dalam mengadu nasib di Jakarta

Grup perkumpulan masyarakat Flores tidak meninggalkan Edu sendirian, mereka mencari akses agar yang diperbuat Edu dan didukung istrinya mendapatkan perhatian. Akhirnya perkumpulan bisa mendatangkan Kementerian Sosial (Kemensos) berkomunikasi via telepon dengan KPAI serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). 

Dalam komunikasi tersebut Edu meminta tolong agar anak-anak di perhatikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Kalau untuk makan kami bisa, tapi untuk jaminan masa depan pendidikan dan kesehatan kami mohon bantuan," ucap Edu.

Edu bersama istrinya, Maria Cahaya yang sudah memiliki anak satu, mengasuh ketiga anak tersebut. Istri Edu selalu menghibur ketiga anak asuhnya agar tidak terus bersedih. "Bila anak melamun dan ingat orang tuanya, saya selalu bilang jangan melamun, ayok ingat ayah ibu kalian yang konyol konyol, kata Maria.

Kondisi di awal yang berat, selalu dialihkan dengan berdoa dan yakin orang tua mereka sudah bahagia di surga. Anak anak jadi kuat dan yakin ini merupakan kehendak Tuhan.

"Hampir di masa masa awal kehilangan orang tua mereka selalu kami ajak mengingat kisah kisah perjuangan dan kisah bahagia bersama orang tua mereka," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
12 hari lalu

Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir

Megapolitan
22 hari lalu

Puspadaya Perindo dan Orang Tua Korban Harap Kasus Dugaan Pencabulan di Jakbar Diusut Tuntas

Nasional
1 bulan lalu

Viral Bunga Rafflesia Ditemukan di Lokasi Banjir Jembatan Kembar Padang Panjang

Seleb
2 bulan lalu

Ariana Grande Terkena Covid-19 hingga Sejumlah Acara Dibatalkan, Begini Kondisinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal