Sementara itu Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi KPAI Jasra Putra menyampaikan, KPAI sedang giat menyerap informasi untuk menjangkau dan berkomunikasi dengan para orang tua yang mau mengasuh anak.
"Kami mendukung dan mendorong lebih banyak lagi orang tua yang mau mengasuh anak anak karena dari 100.000 kematian karena Covid, tentu akan banyak anak anak yang kehilangan figur atau aktor pengasuh utamanya," ucap Jasa Putra.
Menurutnya, negara memanggil keluarga keluarga yang mau jadi relawan pengasuhan karena negara belum memiliki daftar calon orang tua asuh yang diwajibkan dalam PP 44 tahun 2017.
"Kita mulai saja mendata orang orang yang mau menjadi relawan pengasuhan untuk anak anak yatim ini yang sebaran datanya sangat besar karena pandemi belum berakhir, situasi anak anak terlantar akan bertambah terus," katanya.
Selain itu, kata dia KPAI juga mengundang istri Edu dalam Rakornas KPAI tentang Pemenuhan dan Perlindungan Anak Korban Kehilangan Orang Tua Pada Pandemi Covid 19. Dia berharap setelah mendengar situasi pengasuhan, rapat yang diselenggarakan bersama Kementerian dan Lembaga, Orsos, Ormas, MUI dan para pemuka agama dapat memotret langsung kondisi anak anak yang terlepas dari pengasuhan.
"Memang dengan potensi data yang besar ini, semua harus bergandeng tangan, tidak mungkin meninggalkan pemerintah sendirian karena seiring sedang mendata juga tidak mungkin membiarkan nasib anak anak yang terlepas dari keluarga tersebut terlalu lama," ucapnya.