Keesokan harinya, Tanti berusaha menemui orang tua siswa tersebut. Upaya itu tidak langsung berhasil. Ia bahkan sempat menyampaikan kegundahannya kepada guru di sekolah. Dari sana, Tanti mengetahui bahwa larangan tersebut berasal dari kekhawatiran orang tua terhadap keamanan makanan MBG.
Tak menyerah, Tanti akhirnya bertemu langsung dengan salah satu orang tua. Ia berbicara dengan tenang dan menjelaskan proses masak hingga distribusi MBG, termasuk soal kebersihan, kandungan gizi, serta berbagai faktor yang kerap disalahpahami sebagai penyebab keracunan makanan.
“Saya coba jelasin kalau kejadian keracunan itu banyak faktornya,” kata Tanti.
“Ya, memang sih bisa dari makanan. Tapi kan bisa juga dari wadah omprengnya, mungkin dicucinya nggak bersih atau nggak kering. Kalau basah, makanan bisa terkontaminasi bakteri,” jelasnya.