Awalnya, kata Syekh Ali, anak-anak tersebut menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia. Ketika sampai pada taksi yang ditumpanginya, pengamen cilik itu menyanyikan lagu berbahasa Arab berjudul Tala'a Al-Badru 'Alayna.
"Karena mungkin ada orang yang melihat saya dengan betul, fokus, dia bilang 'eh-eh ini orang Arab' langsung nyanyi Tala’a badru," ucap, kemudian tertawa.
Syekh Ali menyebut pengalaman itu luar biasa dan menjadi salah satu hal yang berkesan baginya selama di Indonesia. Dia kembali memuji sikap orang Indonesia.
"Dia aja belum kenal langsung kayak gitu, bagaimana kalau sudah kenal," tuturnya.
Dia pun bersyukur ketika berkeliling Indonesia untuk berceramah tidak pernah mendapatkan penolakan atau gangguan. Insiden pertama yang dialaminya yakni penusukan di Lampung beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah enggak pernah mendapatkan tantangan (hambatan). Misalnya mengisi di mana, diundang ke mana, enggak pernah ditolak atau diusir. Justru saya mendapatkan sambutan, termasuk dari seluruh kalangan NU, dari kalangan kiai di Jawa Timur. Alhamdulillah ini merupakan hadiah yang amat besar," ucapnya.
"Semakin lama di Indonesia, semakin lama juga saya jatuh cinta," tuturnya.