Saat itu, dia mengungkapkan bahwa informasi mengenai acara Deklarasi Sumpah Pemuda baru diterimanya pada malam sebelum kegiatan berlangsung. Raffi juga menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, termasuk tidak mengetahui secara detail susunan kegiatan dan pihak-pihak yang hadir.
Dia turut membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan kemunculan salah satu merek dalam acara tersebut. Menurut Raffi, gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek itu sudah terpasang jauh sebelum kegiatan berlangsung dan tidak berkaitan dengan kehadirannya.
Raffi juga menyampaikan penghormatan terhadap mahasiswa dan masyarakat yang menyuarakan aspirasi dalam demonstrasi pada 28 Oktober 2026. Dia menilai penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa memiliki arti penting.
Kontroversi acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI mencuat setelah sejumlah orang yang hadir disebut sebagai mahasiswa dan terlihat mengenakan jas almamater kampus. Namun, identitas mereka kemudian dipertanyakan warganet. Sejumlah pihak kampus bahkan memberikan klarifikasi bahwa orang-orang tersebut bukan bagian dari institusi pendidikan mereka.
Melalui klarifikasi terbarunya, Raffi kembali menegaskan permohonan maaf sekaligus mengakui perlunya lebih berhati-hati dalam menerima undangan dan memahami konteks sebuah kegiatan.