Komda KIPI Jakarta Tegaskan Efek Vaksin AstraZeneca Tak Ekstrem

Binti Mufarida
Vaksin AstraZdeneca. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi DKI Jakarta menegaskan hingga saat ini gejala dan efek samping dari vaksin Covid-19AstraZeneca tidak ada yang ekstrem. Efek samping saat ini sama dengan vaksin yang lain.

“Hampir sama dengan yang lain sebenarnya, seperti demam atau menggigil, tapi kemudian akan hilang dengan sendirinya dalam 1-2 hari. KIPI serius yang ditemukan tidak banyak, kurang dari 1 persen. Kecil sekali sebetulnya dibandingkan dengan yang menerima vaksin,” kata Ketua Komda KIPI Provinsi DKI Jakarta, dr. Ellen Sianipar dalam keterangannya, Minggu (30/5/2021).

Ellen juga mengakui bahwa memang benar ada ditemukan KIPI yang serius. Namun setelah dikaji lebih jauh, banyak yang bersifat kebetulan. 

"Jadi tidak berhubungan dengan vaksin, tetapi oleh karena penyakit lain yang memang sudah diderita sebelumnya. Ada reaksi anafilaktik yang terjadi yang memang betul berhubungan dengan vaksinasi. Namun dapat cepat tertangani karena biasanya terjadi dalam waktu observasi 30 menit setelah divaksinasi,” jelasnya.

Hal ini, kata Ellen, dapat terjadi karena memang ada beberapa pasien yang tidak terbuka sepenuhnya tentang kondisi kesehatan mereka saat dilakukan skrining sebelum divaksinasi. “Karena banyak di antara masyarakat yang terlalu bersemangat untuk menerima vaksinasi, sehingga tidak mau sampai ditolak untuk divaksinasi karena kondisi kesehatannya kurang layak," ucap dia.

Dia meminta masyarakat untuk tidak memilih-milih vaksin. Harapan saya, masyarakat tidak usah ragu untuk divaksinasi. Lebih berbahaya dan mengkhawatirkan jika terkena Covid-19. Mari kita lindungi diri kita, keluarga kita, dengan melakukan vaksinasi. AstraZeneca aman kok,” ujarnya.

Ellen juga mengingatkan kembali bahwa KIPI tidak seseram seperti yang dibayangkan. “Tidak usah takut dengan KIPI, lebih takut kepada penyakitnya. Jadi, mari kita lindungi diri kita, keluarga kita, dan sekitar kita dengan melakukan vaksinasi,” tutupnya. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Partai Perindo Soroti Arah Pembangunan Jakarta Jelang HUT ke-500

57 tahun lalu

Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia 2026, Rano Karno: Washington DC Kalah

57 tahun lalu

Dapat Bantuan dari Anggota DPRD DKI Dina Masyusin, Warga: Alhamdulillah Rezeki sampai ke Tangan Saya

57 tahun lalu

Pramono Andalkan AI dan Teknologi Digital, Bidik Jakarta Masuk 20 Kota Global Dunia di 2045

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal