"Protagonis itu tokohnya yang menjadi rujukan, yang disenangi, gitu kan. Sehingga nanti polisi itu nanti paradigmanya tuh disenangi orang. Semua apa-apa ingin bersahabat dengan polisi. Demokratis, transparan, bersaudara itu protagonis," ujarnya.
Dia menegaskan, ke depan Polri harus meninggalkan gaya militeristik serta berbagai perilaku negatif yang dapat merusak kepercayaan publik.
"Jangan militeristik, jangan hedonis, jangan memeras, jangan membekingi perjudian, jangan macam-macam lah yang jelek-jelek itu, flexing-flexing dan macam-macam itu kan perilaku yang banyak perilaku aktual maksudnya perilaku aktual," kata Mahfud.