Dewi menyebut, evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan apakah alokasi yang tersedia telah tersalurkan secara optimal, bagaimana distribusi berlangsung hingga ke SPBU, serta apa yang menyebabkan masyarakat masih kesulitan memperoleh BBM.
Dia menegaskan, penambahan kuota harus diikuti perbaikan penyaluran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Bukan sekadar menambah angka alokasi tanpa menyelesaikan persoalan antrean," ucapnya.
Selain itu, Dewi juga meminta pengawasan penyaluran BBM diperkuat. Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi terkait diharapkan meningkatkan koordinasi untuk mengidentifikasi hambatan distribusi serta menindaklanjuti indikasi pelanggaran berdasarkan bukti.