"Terkait dengan isu yang menyangkut dengan kabar itu, hak prerogatif presiden. Kita prajurit, kapan saja siap," katanya di Bogor, Jawa Barat, usai bertemu Prabowo pada Sabtu (30/8/2025).
Salah satu desakan Kapolri mundur diketahui datang dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). YLBHI menyoroti tindakan represif aparat dalam menanggapi demonstrasi.