Ada spekulasi penurunan suku bunga AS di tengah masa pensiun Powell tetap menjadi fokus pasar. Ketidakpastian global memicu bank sentral dunia (China, India, hingga ASEAN) melakukan aksi borong emas besar-besaran, yang secara tidak langsung menekan mata uang negara berkembang.
Ibrahim memperingatkan bahwa jika pelemahan terus berlanjut tanpa penahan yang kuat dari sisi eksternal, rupiah berisiko menyentuh angka Rp17.500 pada tahun ini. Menurutnya, data ekonomi domestik yang bagus sekalipun belum cukup kuat menahan gempuran sentimen global.
Sebagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar, Ibrahim menyarankan pemerintah untuk segera mengeksekusi rencana redenominasi rupiah (penyederhanaan nominal mata uang).
"Cara satu-satunya untuk menahan rupiah melemah itu adalah redenominasi rupiah. Karena apa? Pada saat nanti diketok palu di tahun 2027 akan dipangkas rupiah dari Rp17.000 lebih menjadi Rp15.000 sehingga apa? Nanti akan diberlakukan bukan lagi Rp15.000 tapi adalah Rp15 per dolar," jelasnya.
Rencana ini diharapkan dapat masuk dalam Prolegnas DPR tahun 2026, bersamaan dengan pembahasan RUU Perampasan Aset, guna memberikan sentimen positif yang lebih fundamental bagi mata uang Garuda di masa depan.