Salah satu peristiwa yang dilaporkan terjadi di Kampung Sorry, Kabupaten Maybrat. Insiden tersebut mengakibatkan dua personel Marinir meninggal dunia dan dua pucuk senjata api milik TNI dibawa oleh kelompok tersebut.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, setiap operasi pengamanan dilaksanakan secara selektif, terukur, dan profesional sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Setiap ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas, profesional, dan terukur. Namun tujuan utama pelaksanaan tugas bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tanpa rasa takut, serta memperoleh pelayanan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Koops TNI Habema menegaskan, pengamanan wilayah akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari dampak aksi kekerasan.
Selain operasi pengamanan, aparat juga mengedepankan pendekatan dialog, pembinaan teritorial, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan damai.
Koops TNI Habema turut mengajak seluruh pihak menjaga keselamatan masyarakat dan menghindari tindakan kekerasan. Kondisi keamanan yang kondusif diharapkan dapat mendukung aktivitas sehari-hari warga Maybrat, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, hingga pembangunan wilayah.
Aparat menyatakan perkembangan lebih lanjut mengenai hasil operasi, identitas dua korban lainnya, dan situasi keamanan di Maybrat akan disampaikan setelah proses verifikasi dan pendalaman selesai.