Terkait langkah berikutnya, Ali mengatakan keputusan mengenai retrofit maupun penugasan awal masih menunggu perintah pimpinan.
"Mungkin dalam waktu dekat. Tapi kita lihat apabila ada penugasan untuk kapal ini dalam waktu dekat, maka penugasan dulu baru retrofit. Tapi itu tergantung nanti perintah dari atasan," katanya.
Menurut Ali, proses retrofit nantinya akan dikerjakan bersama oleh PT PAL Indonesia dan galangan kapal Italia, Fincantieri.
Ali menambahkan, KRI Sriwijaya-100 memiliki fleksibilitas tinggi untuk mendukung berbagai operasi, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti penanganan bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kalau menggunakan kapal induk ini untuk karhutla, bencana alam, ini sangat memungkinkan sekali. Jadi kapal ini sangat fleksibel," ujarnya.
Dia juga menyebut kondisi kapal masih prima. Hal itu dibuktikan dari pelayaran selama sekitar 20 hari dari Italia menuju Indonesia tanpa mengalami kendala.
"Anda lihat perjalanan selama 20 hari dari Italia tidak mengalami permasalahan sama sekali. Jadi ini menunjukkan bahwa kapal ini masih kondisinya sangat baik," kata Ali.