“Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Donny menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih. TNI AD juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.
“Dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, TNI AD senantiasa mengedepankan langkah persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Setiap tindakan di lapangan dilaksanakan secara profesional dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta keselamatan masyarakat dan personel,” kata dia.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Azhari Cagee, mengecam keras insiden penembakan terhadap warga yang diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI di Desa Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
Insiden berdarah tersebut diduga dipicu pengibaran Bendera Bulan Bintang saat berlangsungnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa setempat.
Azhari Cagee menegaskan bahwa penggunaan senjata api dan kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan.
"Kami mengecam keras tindakan kekerasan dan penembakan yang diduga dilakukan oleh prajurit TNI terhadap warga masyarakat di Pulo Kenari. Hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi dalam penanganan dialog di lapangan," kata Azhari Cagee.