Dia menyampaikan, setelah pertempuran, TNI melakukan penyisiran dan menewaskan 14 anggota OPM, termasuk beberapa pimpinan dan pelaku penembakan terhadap aparat sebelumnya. Sementara, anggota OPM lainnya melarikan diri ke hutan.
Dalam kontak tembak itu, TNI juga berhasil merebut markas besar OPM Kodap VIII/Soanggama yang dipimpin Undius Kogoya. Markas tersebut selama ini digunakan untuk merencanakan serangan terhadap aparat dan warga sipil.
Dalam penggeledahan, TNI menemukan berbagai barang bukti, berupa senjata api rakitan dan empat senapan angin, amunisi berbagai kaliber, alat bidik Simons dan teropong Newcon, dokumen OPM dan atribut bintang kejora serta peralatan komunikasi dan perlengkapan lapangan.
Wilayah Soanggama kini ditetapkan sebagai Pos Taktis TNI untuk menjaga stabilitas keamanan. Situasi kampung dinyatakan aman dan kondusif, tanpa ada pengungsian warga.
Tokoh adat dan kepala desa bahkan menghibahkan sebagian lahan dan fasilitas kampung untuk mendukung keberadaan Pos Taktis TNI. Saat ini, pasukan TNI masih mengejar sisa OPM yang melarikan diri serta melaksanakan pembinaan teritorial bersama tokoh agama dan masyarakat setempat.