Beberapa komentar dinilai menyudutkan pasien. Salah satunya berbunyi, “Kalau full mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai?” Komentar lain menyebut, “BPJS yang pakai banyak, otomatis yang dirawat juga banyak.”
Komentar yang paling memicu kemarahan publik adalah kalimat, “Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong.”
Tak hanya itu, beredar pula tangkapan layar komentar lain yang ditulis oleh seorang dokter yang menyebut pasien “haven’t some brain cells”. Kalimat tersebut dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap pasien dan semakin memperkeruh situasi.
Tak lama kemudian, kabar meninggalnya Yurizal beredar di media sosial. Setelah informasi tersebut diketahui publik, unggahan lama beserta tangkapan layar komentar para dokter dan tenaga kesehatan kembali viral.
Banyak warganet mengecam komentar-komentar tersebut karena dianggap tidak mencerminkan empati dan bertentangan dengan etika profesi tenaga kesehatan.