Adapun sepuluh negara yang memiliki wilayah laut berbatasan langsung dengan negara Indonesia adalah India, Thailand, Malaysia, Singapura, Tiongkok, Filipina, Palau, Papua New Guinea, Timor Leste dan Australia.
Saat ini, kata Yudo, TNI AL juga terus melakukan pendekatan dengan negara-negara sahabat yaitu melalui jalur Naval Diplomacy seperti melakukan kunjungan antarpimpinan Angkatan Laut negara sahabat, mengadakan kegiatan muhibah dengan menggunakan KRI ke beberapa negara, dan melakukan latihan bersama dengan Angkatan Laut negara sahabat.
Tidak hanya itu, Yudo menyebut bahwa peningkatan sarana dan prasarana juga terus dilakukan guna menunjang pengamanan di wilayah perbatasan. Salah satunya dengan menambah kapal-kapal patroli, dan alutsista di setiap Koarmada secara bertahap serta peningkatan kemampuan alutsista.
Yudo juga meminta peran serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedaulatan wilayah Indonesia dengan aktif melaporkan kepada TNI AL apabila terjadi pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal asing, dan melaporkan jika terjadi tindakan ilegal lainnya.
Kedaulatan suatu wilayah perairan Indonesia, kata Yudo, tidak hanya dilakukan oleh KRI tetapi juga oleh kapal-kapal nelayan Indonesia.
“Tegaknya kedaulatan adalah dengan berkibarnya merah putih di wilayah itu, tidak hanya dikibarkan oleh KRI tetapi juga dengan kapal-kapal nelayan dan masyarakat kita,” ucapnya.