KTT ASEAN Berakhir, Pemuda Perindo: Indonesia Harus Berani Tampil Atasi Krisis Politik & Kemanusiaan Myanmar

Irfan Ma'ruf
Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra (Foto: Okezone).

Kelima, tentu harapannya Indonesia bersama negara-negara ASEAN lain harus mampu menjadi penengah atau mediator dalam penyelesaian konflik-konflik yang melibatkan kawasan Asia Tenggara dengan  mengikuti aturan-aturan main yang ada dalam piagam ASEAN, khususnya untuk tidak menggunakan kekerasan.

Keenam, Pemuda Perindo menekankan pentingnya permasalahan dan isu-isu kekerasan terhadap sipil di Myanmar bisa dihentikan segera. ASEAN perlu memastikan konsensus itu diikuti dan dipatuhi oleh aktor-aktor politik termasuk militer di Myanmar.

"Agar kondisi politik keamanan regional Asia Tenggara menjadi lebih stabil dan harmonis," jelas Effendi.

Diketahui, dalam KTT ASEAN disepakati lima konsensus, yakni kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan, harus ada dialog konstruktif mencari solusi damai, ASEAN akan memfasilitasi mediasi, ASEAN akan memberi bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre, dan akan ada utusan khusus ASEAN ke Myanmar.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
14 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

1 bulan lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

1 bulan lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

1 bulan lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal