JAKARTA, iNews.id -Bank Indonesia (BI) menyoroti adanya ketidakseimbangan antara peningkatan jumlah kunjungan turis atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dengan rata-rata pengeluaran atau tourist spending yang justru mengalami tren penurunan.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S Budiman, mengatakan jumlah kunjungan wisman dalam tiga tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan nilai belanja wisatawan selama berada di Indonesia.
"Dalam kita berbicara tentang wisatawan mancanegara, tiga tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang baik. Tetapi kalau kita lihat, spending atau pengeluaran dari turis ternyata mengalami penurunan," kata Aida di Senayan, Sabtu (26/9/2026).
Dia memaparkan, jumlah kunjungan wisman meningkat dari 11,68 juta kunjungan pada 2023 menjadi 13,9 juta pada 2024, kemudian kembali naik menjadi 15,39 juta pada 2025.
Namun, kenaikan jumlah kunjungan tersebut berbanding terbalik dengan rata-rata tourist spending. Pengeluaran rata-rata wisman tercatat sekitar USD1.374 pada 2023, naik tipis menjadi USD1.392 pada 2024, sebelum turun menjadi USD1.267 pada 2025.