"2025 ini yang penambahan ini untuk 2025. sementara yang 2026 kan asumsi APBN sudah diputuskan, jadi tetap masih memakai asumsi APBN yang telah diputuskan RAPBN 2026," ujarnya.
Bahlil menegaskan kembali bahwa anggaran subsidi elpiji 2025 sebesar Rp82 triliun kemungkinan tidak terpakai seluruhnya.
"Anggaran plafon APBN 2025 kan Rp82 triliun untuk subsidi elpiji, sementara realisasinya kurang dari Rp82 triliun," ungkapnya.