Kurban dan Solidaritas Sosial

Zainal Abidin
Zainal Abidin (Foto: Dok Pribadi)

Saya membayangkan, kerja panitia kurban yang lebih komprehensif, bukan sekadar menyembelih dan membagikan daging, tetapi juga mengidentifikasi apa saja sesungguhnya kebutuhan kelompok miskin di wilayah kerjanya, lalu memikirkan cara-cara menyelesaikan permasalahan mereka. Jika di masa lalu sore dan malam Hari Raya Idul Adha kerap ditandai dengan orang-orang membakar sate di banyak tempat, sangat boleh jadi tanda seperti itu akan berkurang, dan masyarakat yang terpinggirkan itu bisa lebih banyak yang tertolong.

Tak kalah penting, kolaborasi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang bertindak sebagai penyedia hewan kurban, mesti dijalin lebih komprehensif. Alih-alih bersaing satu sama lain menghimpun donatur/pekurban, mereka mestinya melakukan pemetaan kantung-kantung peternak kecil dan mustahik, dan saling berbagi tugas dan wilayah kerja. Ini akan menjadi bagian dari komitmen mengurus mereka yang terpinggirkan, tidak sekadar pada ritual Idul Adha saja.

Itulah pengejawantahan makna Idul Adha sebagai penguatan solidaritas sosial, yang pada gilirannya akan mengangkat mereka dari kubangan kemiskinan. Langkah-langkah itu akan memastikan para mustahik bergeser menjadi muzakki, sekaligus membuktikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
16 jam lalu

Perbankan Ungkap Investasi Emas Kian Dilirik untuk Persiapan Haji

18 jam lalu

Menhaj Ajukan Dana Rp4 Triliun ke BPKH untuk DP Layanan Haji 2027

8 hari lalu

Menhaj Usul Biaya Haji 2027 Jadi Rp107 Juta, Naik Nyaris Rp20 Juta dari Tahun Lalu

8 hari lalu

Polri Tetapkan 32 Tersangka Kasus Penipuan Haji, 3.550 Orang Jadi Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal