JAKARTA, iNews.id - Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti menyinggung ancaman perang di masa depan yakni memperebutkan sumber daya pangan dan air bersih. Dia pun menyebut secara fundamental, negara perlu menentukan arah kemandirian dan kedaulatan bangsa sebagai bagian kesiapan menyongsong perubahan global dan tata dunia baru pascapandemi Covid-19.
"Negara harus memastikan industri hulu yang dulu dibangun pada era orde baru dan orde lama jangan dibiarkan mati hanya karena sudah tidak efisien, dibanding impor, namun justru harus direstorasi," ujarnya saat menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR, Senin (16/8/2021).
Dia mengatakan, sebagai negara besar, harus mengoreksi kebijakan perekonomian nasional untuk kemandirian ekonomi.
"Kita sadar atau tidak, sejak amandemen konstitusi dengan dalih efisensi, cabang-cabang industri yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak telah kita serahkan kepada pasar," katanya.
La Nyalla juga menyampaikan, Indonesia sebagai negara besar harus punya keberanian dengan memanfaatkan nuklir sebagai sumber energi yang murah. Kemandirian ekonomi ini mutlak sebagai solusi dengan bonus iklim tropis dan sumber daya hutan, daratan serta lautan yang melimpah.
"Kedaulatan energi, kemandirian pangan, sosial, ekonomi dan pertahanan termasuk kemakmuran bangsa harus menjadi prioritas. Begitu pun dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan," ucapnya.
La Nyalla juga mengungkapkan, saat ini semua lapisan sudah berupaya keras menekan penularan Covid-19. Tak sedikit tenaga kesehatan yang gugur dalam tugas.
"Kami memberikan apresiasi dan langkah upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19," katanya.