Penambahan pasukan ini difokuskan untuk tugas-tugas berat di lapangan, khususnya konstruksi darurat.
"Batalion tersebut akan membantu pembuatan Jembatan Bailey yang sekarang sedang dibangun," ujarnya.
Selain itu, kata dia, personel Zeni akan difokuskan pada pembersihan materiel bencana seperti lumpur dan puing-puing kayu, serta membantu percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi para pengungsi.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Agus, TNI juga menegaskan komitmen untuk bersinergi dengan instansi lain. Prajurit di lapangan akan membantu Kementerian Pekerjaan Umum (PU), PLN, serta Pertamina untuk memastikan pasokan energi di lokasi bencana berjalan lancar.