Mereka mengaku sangat menghargai umat muslim lainnya, baik dari organisasi Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU), yang kemungkinan besar masih menjalankan ibadah puasa hari terakhir.
"Perbedaan dalam menentukan hari lebaran adalah hal yang biasa. Kami tetap saling menghargai dan menjaga silaturahmi dengan sesama umat muslim lainnya," kata Ayip.