Seorang pejabat AS menyatakan pada hari Selasa bahwa Amerika telah melancarkan serangan yang bersifat "defensif" di Pulau Qeshm, Iran, dengan menyasar rudal darat-ke-udara yang digunakan untuk melawan aset-aset AS. Pejabat lainnya menyebutkan bahwa serangan tersebut tampak terbatas dan tidak menandakan kembalinya operasi tempur berskala besar.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Financial Times pada hari Selasa bahwa AS tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk menyerang Iran.
Dari sentimen domestik, Pelaku pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali melambat dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya suku bunga yang masih membebani biaya pinjaman, sementara tekanan harga kebutuhan pokok mengurangi daya beli masyarakat. Akibatnya, konsumsi rumah tangga dan aktivitas dunia usaha berpotensi mengalami perlambatan.
Di sisi lain, proyeksi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 hanya berada di kisaran 5,4-5,5 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,6-6 persen menjadi perhatian pelaku pasar. Penurunan proyeksi ini mencerminkan adanya tantangan dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Kondisi tersebut berpotensi membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk saham dan rupiah.