Lesu, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp17.848 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Ilustrasi rupiah dan dolar AS (dok. istimewa)

"Indeks dolar AS sendiri mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun. Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS," katanya.

Kendati dibayangi tekanan eksternal yang pekat, rupiah dinilai masih memiliki bantalan sentimen positif dari dalam negeri. Lukman menyoroti rilis indeks global MSCI terbaru yang memutuskan untuk tidak mendegradasi posisi Indonesia dari kelompok pasar negara berkembang sebagai salah satu faktor penahan kejatuhan kurs yang lebih dalam.

Di sisi lain, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) diyakini akan tetap memegang peranan krusial sebagai jangkar stabilitas nilai tukar. Setelah BI mengerek suku bunga acuan ke level 5,75 persen, pasar memproyeksikan bank sentral masih memiliki ruang untuk melanjutkan pengetatan demi mengimbangi agresivitas global.

"BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan kedepannya paling tidak 50bps lagi," ujar Lukman

Untuk perdagangan sepanjang hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif sensitif pada rentang tertentu. "Range (rupiah diperkirakan) 17.800-17.900," kata Lukman.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Breaking News: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

57 tahun lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.725 per Dolar AS

57 tahun lalu

Massa Demo Mahasiswa UBK Desak Pemerintah Evaluasi MBG hingga Jaga Stabilitas Rupiah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal