Lesu, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp17.848 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Ilustrasi rupiah dan dolar AS (dok. istimewa)

"Indeks dolar AS sendiri mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun. Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS," katanya.

Kendati dibayangi tekanan eksternal yang pekat, rupiah dinilai masih memiliki bantalan sentimen positif dari dalam negeri. Lukman menyoroti rilis indeks global MSCI terbaru yang memutuskan untuk tidak mendegradasi posisi Indonesia dari kelompok pasar negara berkembang sebagai salah satu faktor penahan kejatuhan kurs yang lebih dalam.

Di sisi lain, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) diyakini akan tetap memegang peranan krusial sebagai jangkar stabilitas nilai tukar. Setelah BI mengerek suku bunga acuan ke level 5,75 persen, pasar memproyeksikan bank sentral masih memiliki ruang untuk melanjutkan pengetatan demi mengimbangi agresivitas global.

"BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan kedepannya paling tidak 50bps lagi," ujar Lukman

Untuk perdagangan sepanjang hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif sensitif pada rentang tertentu. "Range (rupiah diperkirakan) 17.800-17.900," kata Lukman.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.168 per Dolar AS

3 hari lalu

KSSK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2026 Terjaga, Soroti Tekanan Rupiah dan Isu MSCI

3 hari lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

7 hari lalu

Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal