Plate menjelaskan, kebijakan pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan erat kaitannya dengan perspektif pemerataan pembangunan untuk mewujudkan visi Indonesia 2045. Dia menilai IKN Nusantara tidak hanya sekadar simbol identitas bangsa dan negara yang diwujudkan lewat pembangunan ruang-ruang fisik.
"Secara spesifik kesenjangan pembangunan antarwilayah Jawa dan luar Jawa harus diturunkan. Sehingga pembangunan Ibu Kota Nusantara dilakukan melalui hasil kajian yang komprehensif,” kata Plate.