Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas) secara bertahap hingga mencapai 1 juta barel per hari pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian ESDM akan mempercepat proses perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang saat ini masih dalam tahap pengurusan.
Selain percepatan perizinan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mendongkrak produksi migas nasional. Langkah tersebut meliputi percepatan eksplorasi melalui penawaran 61 wilayah kerja baru, pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking, serta penyederhanaan regulasi di sektor hulu migas.
Penyederhanaan ini mencakup evaluasi insentif dan integrasi perizinan agar investasi dan proses produksi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.