Lindungi WNI di Timur Tengah, Pemerintah Bentuk Tim Respons Krisis

Riyan Rizki Roshali
Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah (foto: Kemlu)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membentuk tim respons krisis sebagai langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di kawasan Timur Tengah. Pembentukan tim ini dilakukan menyusul meningkatnya tensi geopolitik di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menjelaskan tim ini akan memantau perkembangan situasi konflik secara intensif agar pemerintah dapat bergerak cepat untuk melindungi WNI apabila kondisi keamanan memburuk.

"Kami membentuk crisis response team dan meningkatkan komunikasi intensif setiap harinya antara Kemlu Pusat dengan perwakilan-perwakilan terdampak di kawasan untuk mendapatkan update kondisi real situasi keamanan di lapangan dan kondisi serta keberadaan para WNI," ujar Heni, Jumat (6/3/2026).

Sejalan dengan pembentukan tim tersebut, Kemlu juga memperkuat koordinasi dalam memantau situasi di lapangan. Heni menyebut perwakilan RI di wilayah terdampak terus menjalin komunikasi intensif dengan simpul-simpul WNI, dan secara berkala menyampaikan laporan perkembangan situasi kepada kantor pusat Kemlu di Jakarta.

Untuk mendukung penguatan koordinasi, perwakilan RI memperbarui data jumlah dan sebaran WNI di wilayah akreditasi masing-masing, memperbarui rencana kontingensi, serta melakukan asesmen terhadap berbagai opsi evakuasi apabila keamanan memburuk.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Trump Umumkan Perang Lawan Iran Berakhir, USS Gerald R Ford Ditarik dari Timur Tengah

Internasional
16 jam lalu

Terpojok UU, Trump Umumkan Perang Lawan Iran Telah Berakhir

Internasional
18 jam lalu

Pangkalan-Pangkalan Militer Hancur Digempur Iran, Pejabat AS: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Internasional
19 jam lalu

Presiden Iran: Kepercayaan Kami dengan AS Sudah Hancur Total

Internasional
20 jam lalu

Tak Terima Disebut Kalah Negosiasi dari Iran, AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal