Lonjakan Suara PSI Diduga Pakai Cara Tak Halal, Pengamat: Berbahaya, Merusak Demokrasi

Ari Sandita Murti
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama para petinggi PSI (foto: Antara)

Hal tersebut menurut Romy tidak masuk akal. Dia pun meminta KPU dan Bawaslu tidak menutup mata atas penyimpangan itu.

“Mohon atensi KPU dan Bawaslu, operasi apa ini? Meminjam Bahasa Pak Jusuf Kalla, apakah ini operasi "sayang anak" lagi?” tulisnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PSI Mikhail Gorbachev Dom meminta seluruh pihak untuk bersabar. Dia meminta agar raihan suara PSI ini tidak di-framming negatif.

"Jadi ini kami pikir sih kita sabar ya, sabar saja. Kita tunggu rekapitulasinya. Jangan di-framming macam-macam nih, karena memang ini kan semua pihak sedang berusaha ya," ucap Mikhail, Sabtu (2/3/2024).

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

GKSR soal Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Bukan Milik Partai Besar Saja

Nasional
10 hari lalu

In Memoriam Try Sutrisno: Jejak Pemikiran dan Pengabdian Negarawan Penjaga Pancasila

Nasional
27 hari lalu

Prabowo Tegaskan Indonesia Negara Demokrasi: Kalau Tidak Gue Gak Jadi Presiden

Nasional
31 hari lalu

In Memoriam Agus Widjojo, Tentara Intelektual Penjaga Demokrasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal