JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan, Senin (12/10/2026). Mata uang garuda turun 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.913 per dolar AS.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing menyusul kesepakatan pasokan diesel AS dengan Moskow.
"Trump juga secara tak terduga mengumumkan pada hari Minggu bahwa Ukraina dan Rusia telah menyepakati gencatan senjata terkait energi; namun, pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan masih menunggu rincian kesepakatan tersebut, sementara pihak Rusia tidak memberikan komentar," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Sementara, Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu terhadap bandara internasional Riyadh yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang, sementara otoritas Arab Saudi melaporkan adanya korban luka dalam serangan baru terhadap bandara tersebut pada hari Minggu.
Trump kemudian mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap Houthi dalam konflik ini, sebuah dampak lanjutan dari perang yang lebih luas dengan Iran yang dimulai oleh AS dan Israel pada bulan Februari.