Namun, jika penyelesaiannya berjalan lambat atau tidak tercapai, maka pembekuan dapat berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan berkembang menjadi penurunan klasifikasi (downgrade).
Selain itu, Bank Indonesia mencatat Survei Penjualan Eceran (SPE) Agustus 2026 mengindikasikan peningkatan kinerja penjualan eceran. Secara tahunan, Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 tercatat sebesar 226,5 atau tumbuh 1,3 persen (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 1,1 persen (yoy).
Sedangkan, secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,8 persen (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,1 persen (mtm).
Menurut survei BI, kinerja penjualan eceran pada periode Agustus 2026 masih ditopang oleh Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang masing-masing tumbuh sebesar 3,8 persen (mtm) dan 1,7 persen (mtm). Peningkatan secara bulanan pada Agustus 2026 seiring dengan terjaganya permintaan pada periode Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.910-Rp17.960 per dolar AS. Sedangkan untuk sepekan ini bakal di rentang Rp17.780-Rp18.060 per dolar AS.