"Jadi 66,1 persen adalah angka yang besar yang merupakan publik tidak setuju terhadap pilkada DPRD," tuturnya.
Sementara itu, rincian responden yang tidak setuju pilkada lewat DPRD terdapat 65,8 persen responden laki-laki dan 66,4 persen responden perempuan.
"Baik laki-laki maupun perempuan di atas 60 persen tolak pilkada DPRD," kata dia.
Sebagai informasi, LSI Denny JA melakukan sigi dengan melibatkan 1.200 responden. Adapun metodologi sampling yakni multi-stage random sampling.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tatap muka dengan kuesioner. Survei ini dilakukan pada medio 10-19 Oktober 2025 dengan margin of error sekitar 2,9 persen.