Sebelumnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Seiring penurunan aktivitas vulkanik, statusnya diturunkan menjadi Level II (Waspada) pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.
Selain memperluas tubuh gunung api, Badan Geologi menemukan dua bentukan menyerupai pulau kecil melalui citra satelit Sentinel. Bentukan tersebut berada di sektor barat laut dan tenggara Anak Krakatau.
"Citra satelit Sentinel juga memperlihatkan dua bentukan menyerupai pulau kecil di sektor barat laut (sekitar 760 m dari pesisir sisi barat laut), dan tenggara (sekitar 495 m dari pesisir sisi tenggara), Gunung Anak Krakatau. Kemunculannya diperkirakan berkaitan dengan erupsi menerus pada 4–6 September 2026," ujar Lana.
Bentukan di sektor barat laut berjarak sekitar 760 meter dari pesisir Anak Krakatau, sedangkan bentukan di sektor tenggara berjarak sekitar 495 meter dari pesisir sisi tenggara.
Meski demikian, Badan Geologi belum memastikan asal kedua bentukan tersebut. Citra satelit belum cukup untuk memastikan apakah keduanya merupakan pusat erupsi baru.