Luhut: Tidak Ada Larangan Mudik, Tapi Diimbau Tidak

Felldy Aslya Utama
Luhut B Pandjaitan (dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Warga yang berasal dari daerah rawan virus Corona tidak dilarang untuk mudik. Namun, anjuran tidak mudik hanya bersifat imbauan agar orang dalam pemantauan (ODP) tidak banyak.

Menko Kemarituman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan larangan mudik bisa berdampak pada lonjakan harga angkutan. Dia mengingatkan warga yang mudi otomatis berstatus ODP dan harus isolasi 14 hari.

"Ratas mengenai mudik lanjutan PSBB, diputuskan tidak ada larangan mudik resmi dari pemerintah namun pemerintah menghimbau masyarakat tidak mudik tahun ini. Ini berdampak pada harga angkutan yang bisa melonjak, terkait teknis kami segera rumuskan bersama kementrian terkait, misalnya kalau nekat mudik bisa otomatis msuk ODP. Pemerintah daerah akan koordinasi," kata Luhut dalam konferensi pers secara online, Kamis (2/4/2020).

Luhut mengatakan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga masih membahas teknis pemberian insentif bagi warga. Menurutnya, ada 3,7 warga terdampak akibat virus Corona.

"Kita kordinasi dengan baik dengn pemprov DKI, karena ada 3,7 juta masyarakat terdampak," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Nasional
9 hari lalu

Hati-Hati, Hujan Warnai ‎Arus Balik di Tol Cipali Malam Ini

Nasional
9 hari lalu

Puncak Arus Balik Kedua, 11.776 Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya via Lingkar Gentong

Nasional
9 hari lalu

Arus Mudik-Balik Lebaran Terkendali, Menteri PU: Berkat Infrastruktur hingga WFA

Megapolitan
9 hari lalu

Cerita Pemudik Motor Banyak Istirahat di Jalan agar 2 Anaknya Tak Kelelahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal